Berita
MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor guna mengakselerasi penurunan stunting pada Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai 1 Kantor Bappeda, Timika, Kamis (23/04/2026).
Rakor tersebut dihadiri Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, S.IP., M.M., jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seluruh kepala distrik, serta berbagai mitra strategis. Mitra yang terlibat antara lain lembaga internasional, sektor swasta, tokoh agama, akademisi, hingga organisasi kemasyarakatan.
Kepala Bappeda Kabupaten Mimika, Septinus Timang, S.Sos., M.Si., M.H., dalam laporannya menegaskan bahwa program penurunan stunting tahun 2026 difokuskan pada pembangunan yang terpadu, terukur, dan berbasis data. Ia menekankan pentingnya penguatan konvergensi program agar intervensi tepat sasaran, khususnya bagi Keluarga Berisiko Stunting (KRS) melalui pendekatan by name by address.
“Kami mendorong kolaborasi yang lebih terarah dengan NGO dan sektor swasta agar tidak terjadi tumpang tindih program. Hasil pertemuan ini akan diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan daerah, termasuk RKPD hingga tingkat kampung,” ujar Septinus.
Rakor ini dipandu oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Mimika, Regina Wenda, S.Sos., yang memaparkan mekanisme koordinasi teknis antara 56 instansi dan pihak terkait yang hadir.
Sementara itu, Wakil Bupati Emanuel Kemong dalam arahannya menekankan pentingnya evaluasi capaian secara objektif. Meski data internal melalui e-PPGBM menunjukkan tren penurunan stunting, ia menyoroti masih adanya perbedaan persepsi dengan data dari pihak eksternal.
“Kita harus jujur mengidentifikasi kesenjangan layanan. Tantangan geografis serta keterbatasan akses terhadap layanan dasar seperti sanitasi dan air bersih masih menjadi pekerjaan rumah di 68 wilayah prioritas,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan seluruh OPD untuk meninggalkan pola kerja sektoral dan memperkuat sinergi lintas sektor. Melalui forum ini, diharapkan tersusun matriks integrasi program serta rencana aksi konkret yang akan dijalankan sepanjang 2026 guna mewujudkan Mimika bebas stunting.
Kegiatan ini dibiayai melalui APBD Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2026 sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung target nasional penurunan prevalensi stunting.
Tim Liputan Diskominfo