Berita
MIMIKA – Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos., M.M., secara resmi membuka Festival UMKM Mimika 2026 yang berlangsung di Halaman Gedung Emeneme Yauware, Senin (10/8/2026).
Festival tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari UMKM Nasional ke-10, sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika, Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil., M.Han., Komandan Kodim (Dandim) 1710 Mimika Letkol Inf Teuku Jozanda, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Mimika Letkol Laut (P) Bekti Sutiarso, S.H., M.Tr.Opsla., Ketua TP PKK Kabupaten Mimika sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Mimika Ny. Suzy Rettob, para pemuka agama, tokoh masyarakat, serta para pelaku UMKM di Kabupaten Mimika.
Dalam sambutannya, Bupati Mimika menyampaikan bahwa Hari UMKM Nasional menjadi momentum penting untuk memberikan apresiasi kepada seluruh pelaku usaha yang selama ini turut menjadi salah satu penopang perekonomian, baik di daerah maupun secara nasional.
“Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang kita hadapi, UMKM telah membuktikan ketangguhan yang luar biasa. Para pelaku UMKM menunjukkan daya juang yang tinggi, kreativitas tanpa batas, serta kemampuan beradaptasi yang cepat,” ujar Johannes.
Menurutnya, ketangguhan tersebut membuat UMKM tetap mampu menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata.
Bupati juga mengapresiasi perkembangan digitalisasi UMKM di Kabupaten Mimika. Saat ini, tercatat sekitar 1.500 pelaku usaha di daerah tersebut telah menggunakan sistem daring dalam menjalankan usahanya.
“Ini merupakan capaian yang luar biasa. UMKM kita yang tercatat sudah menggunakan sistem online di Kabupaten Mimika cukup banyak, kurang lebih 1.500 pelaku usaha. Karena itu, kreativitas dan inovasi harus terus ditingkatkan. Sesuai dengan tema kita hari ini, UMKM harus terkoneksi dan naik kelas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati menyayangkan masih adanya sebagian masyarakat yang cenderung lebih memilih produk bermerek luar negeri maupun makanan dari luar, padahal tidak sedikit produk yang dianggap sebagai produk impor sebenarnya merupakan hasil karya anak bangsa sendiri.
“Masih ada anggapan bahwa lebih baik produk dari luar, padahal sebenarnya merupakan karya kita sendiri. Mari kita banggakan produk sendiri. Kita harus membangun semangat kebersamaan untuk memperluas usaha dan membuka peluang kemitraan antara UMKM dengan pemerintah, dunia usaha, serta perbankan,” kata Johannes.
Ia menegaskan, penguatan UMKM tidak hanya menjadi tanggung jawab para pelaku usaha, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak agar UMKM di Kabupaten Mimika semakin berkembang dan mampu bersaing.
“Mari kita wujudkan UMKM Mimika yang siap bersaing dan berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua Tengah,” pungkasnya.
Melalui Festival UMKM Mimika 2026, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap semakin terbuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan pemasaran, membangun kemitraan, serta meningkatkan daya saing menuju UMKM yang semakin mandiri dan naik kelas.
Tim Peliputan Diskominfo Kabupaten Mimika