Berita

FKDM Mimika Diperkuat, Jadi Mata dan Telinga Masyarakat untuk Deteksi Dini Kerawanan

MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika terus memperkuat peran Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan, ketenteraman, dan stabilitas daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Anggota FKDM Tingkat Kabupaten dan Distrik yang digelar di Hotel Grand Tembaga, Timika, Kamis (01/10/2026).

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, M.Si., didampingi Kepala Badan Kesbangpol Mimika, Ronny S. Marjen, S.STP., M.H.

Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakannya, Ananias Faot mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika terus mengarahkan pembangunan daerah melalui semangat “Gerbang Emas: Gerakan Kebangkitan Ekonomi Masyarakat Adil dan Sejahtera”, yang didukung oleh pelayanan publik yang responsif, pemerintahan yang transparan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan yang berdaya saing.

Menurutnya, keamanan, ketenteraman, ketertiban, kedamaian, dan stabilitas daerah merupakan fondasi penting dalam mendukung seluruh proses pembangunan di Kabupaten Mimika. Keamanan, ketenteraman, ketertiban, kedamaian, dan stabilitas daerah bukanlah tujuan yang berdiri sendiri, melainkan fondasi bagi seluruh proses pembangunan.

Ia menjelaskan, pembangunan di bidang ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan akan sulit berjalan secara optimal apabila masyarakat masih menghadapi kekhawatiran terhadap berbagai persoalan sosial dan pemerintah terlambat mengetahui dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Kabupaten Mimika memiliki dinamika sosial, ekonomi, dan budaya yang kompleks. Karena itu, kemampuan untuk membaca situasi, menyerap aspirasi masyarakat, mengenali potensi persoalan, serta membangun komunikasi sejak dini menjadi hal yang sangat penting.

“Berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini semakin beragam, mulai dari potensi konflik sosial, penyebaran berita bohong atau hoaks, menurunnya toleransi, hingga berbagai kerawanan yang dapat ditimbulkan oleh bencana alam,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, lanjutnya, FKDM memiliki peran strategis sebagai bagian dari sistem kewaspadaan dini masyarakat. FKDM diharapkan mampu membantu pemerintah memperoleh informasi awal mengenai berbagai perkembangan yang berpotensi mengganggu keamanan, ketenteraman, dan ketertiban masyarakat.

Ananias menekankan, peningkatan kapasitas anggota FKDM tidak boleh berhenti pada pemahaman teori, tetapi harus diwujudkan dalam kemampuan praktis ketika kembali menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, anggota FKDM diharapkan mampu mengenali berbagai potensi kerawanan di lingkungan masyarakat, mengumpulkan informasi secara benar, objektif, dan bertanggung jawab, serta membedakan antara informasi yang valid, informasi yang belum terverifikasi, dan informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan.

Selain itu, anggota FKDM juga diharapkan mampu membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh elemen masyarakat.

Informasi awal yang diperoleh, kata Ananias, perlu disampaikan secara tepat disertai rekomendasi yang konstruktif sehingga dapat menjadi bahan bagi pemerintah daerah untuk mengambil langkah sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Ikutilah kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Seraplah ilmu dari para narasumber, bangunlah jaringan komunikasi yang kokoh. Setelah kembali ke tengah masyarakat, jadilah mata dan telinga masyarakat yang bekerja secara objektif, bertanggung jawab, dan berintegritas,” pesan Ananias.

Sementara itu, dalam laporan Ketua Panitia disampaikan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan peran anggota FKDM, baik di tingkat kabupaten maupun distrik. Kegiatan ini juga diarahkan untuk mengoptimalkan fungsi deteksi dini terhadap berbagai potensi kerawanan serta memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas wilayah.

Sinergi tersebut melibatkan Tim Kewaspadaan Daerah bersama unsur TNI dan Polri serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dengan penguatan kapasitas dan koordinasi tersebut, FKDM diharapkan dapat berperan aktif dalam menyampaikan informasi awal secara akurat dan bertanggung jawab sebagai bagian dari upaya menjaga Mimika tetap aman, tertib, dan kondusif.

 

Tim Liputan Diskominfo

Apakah isi website memberikan informasi yang anda butuhkan ?