Berita

Jembatan Gantung Mioko Dibangun, Bukti Nyata Pemerintah Hadir Membuka Akses Masyarakat

MIMIKA – Pembangunan Jembatan Gantung di Kampung Mioko, Distrik Mimika Tengah, mendapat sambutan positif dari masyarakat adat setempat. Infrastruktur tersebut dinilai menjadi wujud nyata kehadiran Pemerintah Kabupaten Mimika dalam membuka akses transportasi sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke kampung.

‎Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Distrik Mimika Tengah, Florensius Gemma Kwalik, S.STP., M.AP., mengatakan masyarakat Kampung Mioko sangat antusias menyambut pembangunan jembatan yang saat ini tengah berlangsung.

‎Menurut Florensius, pembangunan jembatan tersebut memberikan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi karena kondisi geografis wilayah Mimika Tengah yang dikelilingi kawasan delta.

‎“Masyarakat sangat antusias, mereka merasa pemerintah dan negara benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat karena akses transportasi melalui pembangunan jembatan gantung ini mulai terjawab,” ujar Florensius, Jumat (4/9/2026).

‎Ia menjelaskan, lokasi pembangunan jembatan merupakan tanah milik masyarakat adat. Dukungan masyarakat terhadap pembangunan tersebut menunjukkan adanya komitmen bersama untuk mendorong pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi kehidupan warga.

‎“Masyarakat menyambut baik program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Mimika. Mereka melepaskan tanah tersebut dengan harapan pembangunan infrastruktur ini dapat menjawab kebutuhan dasar, khususnya akses transportasi, serta memberikan dampak ekonomi dan sosial melalui pemerataan pembangunan,” jelasnya.

‎Florensius menambahkan, pembangunan Jembatan Gantung Mioko tidak hanya akan mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun konektivitas antarwilayah. Sesuai arahan Bupati Mimika saat peletakan batu pertama, pembangunan jalan penghubung dari jalan utama menuju Kampung Ujung direncanakan dilaksanakan pada tahun mendatang.

‎“Dengan demikian, jaringan jalan dan jembatan dapat terhubung secara utuh hingga ke kampung-kampung. Dalam jangka panjang, konektivitas ini juga dapat diperluas ke distrik dan kampung-kampung tetangga,” tuturnya.

‎Ia menilai, terbukanya akses transportasi akan memberikan dampak terhadap berbagai sektor pelayanan dasar. Masyarakat diharapkan semakin mudah memperoleh akses terhadap pendidikan, kesehatan, pelayanan pemerintahan, administrasi kependudukan, serta kegiatan ekonomi.

‎“Wilayah Mimika Tengah dikelilingi delta sehingga selama ini transportasi masyarakat sangat bergantung pada jalur perairan. Dengan adanya jembatan ini, yang nantinya dapat dilalui kendaraan roda empat dengan beban ringan, diharapkan mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah,” katanya.

‎Selain pembangunan jembatan, Florensius berharap kebutuhan dasar lainnya, seperti penyediaan air bersih dan listrik, dapat terus mendapat perhatian pemerintah. Ia menyebut masih terdapat sejumlah kampung di wilayah Mimika Tengah yang menghadapi keterbatasan pelayanan listrik, kesehatan, pendidikan, hingga administrasi kependudukan.

‎Terkait kebutuhan air bersih, ia mengakui pelayanan saat ini belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebagian warga masih mengandalkan sumur dan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

‎Karena itu, Florensius berharap pengawasan terhadap infrastruktur yang telah dibangun oleh perangkat daerah terkait dapat diperkuat sehingga seluruh sarana yang tersedia dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

‎“Saya belum bisa berkomentar terlalu banyak karena saya baru menjabat kurang lebih satu bulan. Namun, kami berkomitmen untuk terus berupaya memaksimalkan pelayanan dan memastikan setiap program pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.

‎Tim Peliputan Diskominfo

Apakah isi website memberikan informasi yang anda butuhkan ?