Berita

Papua Sejahtera Center dan PGGM Gelar Retreat “Level Up: Character Building with G.O.S.P.E.L. Principles”

MIMIKA – Papua Sejahtera Center bersama Persekutuan Gereja-Gereja Mimika (PGGM) menggelar kegiatan Retreat Level Up bertajuk “Character Building with G.O.S.P.E.L. Principles” di Ballroom Hotel Swiss-Belinn Timika, 19–20 Agustus 2026.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Setda Mimika, Fransiskus Bokeyau, S.Pd., didampingi Ketua PGGM, Pdt. Pascal Viktor Warint, S.Th., serta Ketua Yayasan Kemanusiaan Papua Sejahtera Center, Pdt. Dr. Antakirana.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pendeta dan hamba Tuhan dari berbagai denominasi gereja yang ada di Kabupaten Mimika.

Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Fransiskus Bokeyau, disampaikan bahwa tema “Level Up: Character Building with G.O.S.P.E.L. Principles” memiliki makna yang mendalam, khususnya dalam membentuk karakter para pelayan Tuhan.

“Pelayanan bukan hanya soal kemampuan menyampaikan firman Tuhan dengan lantang atau kepandaian berbicara dari mimbar, tetapi juga berkaitan erat dengan karakter, keteladanan, integritas, kerendahan hati, kedewasaan rohani, serta kesiapan diri untuk terus dibentuk dan diperbarui oleh Tuhan setiap hari,” tutur Fransiskus.

Ia mengatakan, Kabupaten Mimika merupakan daerah yang kaya akan keberagaman suku, budaya, agama, dan latar belakang masyarakat. Dalam keberagaman tersebut, dibutuhkan pemimpin-pemimpin rohani yang mampu menjadi pembawa damai, menjaga persatuan, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Mimika memandang gereja dan para pelayan Tuhan sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun manusia seutuhnya serta memajukan daerah ini. Pembangunan tidak boleh hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tingginya pertumbuhan ekonomi, atau kemajuan teknologi. Pembangunan yang sesungguhnya adalah pembangunan manusia—manusia yang beriman, berkarakter, bermoral, berintegritas, peduli, dan bertanggung jawab terhadap sesama,” ujarnya.

Fransiskus berharap kegiatan retreat ini dapat menjadi momentum bagi para pendeta dan pemimpin gereja untuk sejenak berhenti dari kesibukan pelayanan, melakukan refleksi diri, memperbarui kekuatan rohani, mempererat persekutuan, serta kembali menemukan semangat dan panggilan pelayanan yang telah dipercayakan Tuhan.

“Semoga kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai sebuah pertemuan atau retret sesaat. Lebih dari itu, hendaknya momen ini menjadi titik tolak pembaruan karakter dan komitmen pelayanan, sehingga setiap peserta dapat kembali ke tengah jemaat dengan semangat baru, hati yang diperbarui, serta keteguhan tekad untuk semakin melayani Tuhan dan sesama,” harapnya.

Menutup sambutannya, Fransiskus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PGGM, Papua Sejahtera Center, para narasumber, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus membangun komunikasi yang erat, menjaga kebersamaan, serta memperkokoh kemitraan yang telah terjalin demi kemajuan, kesejahteraan, dan keharmonisan masyarakat Kabupaten Mimika.

 

Tim Liputan Diskominfo

Apakah isi website memberikan informasi yang anda butuhkan ?