Berita
MIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana melalui Pelantikan, Pelatihan Pengembangan Kapasitas, dan Pembinaan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Mimika Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Timika, Senin (28/9/2026), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kesiapan personel dalam memberikan respons awal terhadap kejadian bencana maupun kondisi kedaruratan di wilayah Kabupaten Mimika.
Kegiatan ini turut dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggota TRC-PB, unsur LEMASA, LEMASKO, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang membutuhkan koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah, perangkat daerah, aparat keamanan, unsur adat, hingga masyarakat memiliki peran masing-masing yang perlu diperkuat agar penanganan bencana dapat berlangsung cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Dalam laporan panitia yang disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Mimika, Aser Kornelius Korwa, S.Sos., dijelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapan dan kemampuan TRC-PB dalam melaksanakan tugas penanggulangan bencana di lapangan.
Menurutnya, TRC memiliki peran strategis dalam memberikan respons awal ketika terjadi bencana. Oleh karena itu, setiap anggota perlu memiliki pengetahuan, keterampilan, kesiapan, serta pemahaman yang baik terhadap tugas dan tanggung jawab dalam situasi darurat.
Melalui pelatihan dan pengembangan kapasitas, anggota TRC diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam penanganan bencana, tetapi juga mampu membangun komunikasi dan koordinasi yang efektif dengan berbagai unsur yang terlibat.
Penguatan kapasitas tersebut dinilai penting mengingat penanganan bencana membutuhkan respons yang cepat dan terarah. Setiap personel harus memahami tugas dan perannya masing-masing, sehingga proses pengkajian kondisi, koordinasi, mobilisasi sumber daya, hingga penanganan awal dapat dilakukan secara efektif.
Aser Kornelius juga menekankan bahwa kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum bencana terjadi. Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan merupakan bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana yang harus dilakukan secara berkelanjutan oleh seluruh unsur terkait.
Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan kerja sama seluruh pihak dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kabupaten Mimika.
Bupati menyampaikan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat menjadi tanggung jawab BPBD semata. Penanganan bencana membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, OPD, Forkopimda, TRC-PB, unsur adat, serta masyarakat.
Menurutnya, koordinasi dan sinergi antarpihak menjadi kunci agar setiap langkah penanganan bencana dapat dilakukan secara terpadu. Setiap perangkat daerah dan unsur terkait diharapkan memahami fungsi serta kewenangan masing-masing, sehingga dapat memberikan dukungan secara optimal ketika terjadi bencana maupun kondisi kedaruratan.
Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas personel secara berkelanjutan. Pelatihan dan pembinaan yang diberikan kepada anggota TRC diharapkan menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai situasi di lapangan, sekaligus membentuk personel yang disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
Keberadaan TRC-PB, lanjutnya, diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari struktur organisasi, tetapi benar-benar menjadi tim yang siap bergerak dan memberikan respons ketika terjadi bencana. Karena itu, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan harus diterapkan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Bupati juga mendorong seluruh unsur pemerintahan untuk memiliki kesadaran bahwa kesiapsiagaan bencana merupakan bagian dari tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat. Berbagai upaya mulai dari pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan hingga respons bencana perlu dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
Bupati Mimika berharap pelaksanaan pelantikan, pelatihan, dan pembinaan TRC-PB Tahun 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang semakin baik di Kabupaten Mimika.
Dengan peningkatan kapasitas personel, penguatan koordinasi, serta keterlibatan OPD, Forkopimda, LEMASA, LEMASKO, TRC-PB, dan masyarakat, Kabupaten Mimika diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana dan kondisi kedaruratan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana yang mengedepankan kesiapsiagaan, kecepatan respons, koordinasi lintas sektor, serta perlindungan dan keselamatan masyarakat.
Tim Liputan Diskominfo