Berita
MIMIKA – Pelaksanaan Profiling Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2026 di Kabupaten Mimika mendapat penilaian positif dari Pengawas Kantor Regional (Kanreg) IX Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kesiapan sarana dan prasarana, penerapan tata tertib, hingga kedisiplinan peserta dinilai berjalan baik dan menunjukkan peningkatan kualitas dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
Salah satu Pengawas Kanreg IX BKN, Samsul Rizal, S.Kom., M.M., saat ditemui di lokasi pelaksanaan tes di SMP Negeri 2 Mimika, Jumat (28/8/2026), mengatakan infrastruktur yang disiapkan panitia lokal telah memenuhi standar teknis yang ditetapkan BKN, baik dari sisi spesifikasi perangkat komputer maupun kestabilan jaringan internet.
“Secara keseluruhan, infrastruktur di lokasi ini sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan BKN. Persyaratan minimal spesifikasi komputer, seperti prosesor Core i5 hingga Core i7, terpenuhi dengan sangat baik. Saya melihat adanya peningkatan kualitas perangkat yang cukup signifikan dibandingkan dengan pelaksanaan tahun sebelumnya,” ujar Samsul.
Ia menambahkan, kualitas jaringan internet yang digunakan selama pelaksanaan profiling juga tergolong stabil. Kondisi tersebut turut mendukung kelancaran seluruh rangkaian tes berbasis komputer.
“Demikian pula dengan jaringan internet atau bandwidth, kinerjanya cukup stabil dengan angka latensi yang tercatat dua digit, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti,” jelasnya.
Menurut Samsul, dari sisi alur pelaksanaan dan penerapan tata tertib selama masa pengawasan, panitia lokal juga telah menjalankan tugas dengan baik. Penjadwalan peserta dilakukan berdasarkan pembagian hari yang telah ditentukan sebelumnya sehingga proses kedatangan peserta dapat berlangsung secara tertib.
“Terkait alur pelaksanaan selama empat hari masa pengawasan, penerapan tata tertib oleh panitia pelaksana berjalan cukup baik. Penjadwalan dilakukan secara teratur berdasarkan data peserta yang telah ditentukan untuk hadir pada hari pertama, kedua, dan seterusnya. Dengan demikian, peserta memahami dengan jelas waktu kehadiran masing-masing dan proses berjalan lebih terarah tanpa menimbulkan kerumunan,” katanya.
Dari sisi kehadiran dan kemampuan peserta dalam mengikuti tes berbasis komputer, Samsul menilai secara umum peserta menunjukkan keseriusan yang tinggi. Sekitar 90 persen peserta dinilai mampu mengikuti proses dengan baik, meskipun masih ditemukan sejumlah peserta yang datang terlambat.
“Memang tercatat beberapa kasus keterlambatan, namun secara keseluruhan masih dapat dikendalikan dengan baik. Terkait pemahaman terhadap sistem aplikasi, peserta terlihat cukup mampu mengikuti teknologi yang digunakan,” ungkapnya.
Ia mengatakan, perbedaan usia dan tingkat penguasaan teknologi di kalangan peserta tidak menjadi kendala berarti dalam pelaksanaan tes. Menurutnya, sistem yang digunakan dirancang sederhana sehingga dapat diikuti oleh peserta dengan berbagai tingkat kemampuan menggunakan komputer.
“Meskipun ada beberapa peserta yang usianya lebih lanjut dan belum terlalu terbiasa dengan komputer, hal ini tidak menjadi kendala serius. Sistem kami sudah terkomputerisasi dan sederhana. Peserta cukup menggunakan tetikus atau mouse untuk membaca soal dan memilih jawaban. Ditambah dengan arahan singkat dari panitia sebelum sesi dimulai, mereka pun dapat segera mengikuti proses dengan lancar,” jelas Samsul.
Lebih lanjut, Samsul menjelaskan bahwa kegiatan profiling merupakan bagian penting dalam proses pemetaan potensi dan kompetensi ASN. Hasil profiling nantinya dapat menjadi salah satu dasar bagi pemerintah daerah dalam melihat kesesuaian kompetensi ASN dengan posisi atau kebutuhan organisasi.
“Tujuan utama kegiatan pemetaan ini adalah agar setiap ASN benar-benar mengenali potensi dan posisinya sendiri, sehingga dapat diketahui di mana penempatan yang paling cocok bagi mereka. Prinsip yang kami terapkan adalah the right man on the right place, yaitu menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat,” paparnya.
Ia menambahkan, hasil profiling akan memberikan gambaran mengenai posisi kompetensi masing-masing ASN dalam peta kompetensi nine box. Data tersebut diharapkan dapat membantu Pemerintah Kabupaten Mimika dalam melakukan pemetaan talenta ASN secara lebih objektif.
“Setelah kegiatan ini selesai, akan terlihat posisi setiap ASN dalam peta kompetensi nine box. Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Mimika dan Bupati dapat memetakan persebaran talenta pegawai secara objektif. Di sisi lain, setiap individu juga dapat mengetahui kekuatan serta kesesuaian kompetensi dirinya,” tambahnya.
Di akhir wawancara, Samsul berharap sosialisasi mengenai pentingnya profiling ASN dapat dilakukan secara lebih intensif kepada seluruh jajaran ASN di Kabupaten Mimika. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap tujuan kegiatan akan mendorong ASN untuk lebih aktif mengembangkan potensi dan kompetensinya.
“Kesadaran ini diharapkan dapat memicu motivasi internal bagi setiap ASN untuk terus mengembangkan potensi diri. Terutama bagi mereka yang hasilnya masih dinilai kurang, diharapkan dapat berbenah dan meningkatkan kualitas diri melalui berbagai jalur pengembangan, pelatihan, maupun pembelajaran mandiri, seperti mengikuti webinar,” tuturnya.
Dengan peningkatan kesadaran dan kemauan untuk terus belajar, Samsul berharap kapasitas dan potensi ASN di Kabupaten Mimika dapat berkembang secara berkelanjutan sehingga semakin mampu mendukung kebutuhan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan begitu, secara alami kapasitas dan potensi ASN di Mimika akan terus meningkat menjadi lebih baik,” pungkas Samsul.
Tim Liputan Diskominfo Kabupaten Mimika