Berita
MIMIKA – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) menggelar Sosialisasi Penyusunan Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Daerah (RIPJPD) Kabupaten Mimika Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Workshop Pengisian Kuesioner sebagai bahan penyusunan dokumen. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan dihadiri Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Mimika Heri Onawame, S.IP., M.Si., Plt. Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Darius Rain Sabon, S.E., M.Ec.Dev., Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset BRIN Dr. Sri Nuryanti, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan PT Freeport Indonesia, pimpinan perguruan tinggi di Mimika, Ketua Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Ketua Yayasan Ekologi Sahul Lestari, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Heri Onawame, disampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks menuntut kebijakan yang disusun berdasarkan data, hasil riset, ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
"Pembangunan daerah saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Kebijakan tidak boleh hanya didasarkan pada kebiasaan atau asumsi, melainkan harus ditopang data, hasil riset, ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi,"ujarnya.
Menurutnya, RIPJPD merupakan dokumen strategis yang akan menjadi arah pelaksanaan riset dan inovasi di Kabupaten Mimika. Dokumen ini diharapkan mampu mengidentifikasi potensi daerah, memetakan berbagai persoalan pembangunan, menetapkan kebutuhan riset dan prioritas inovasi, serta menyusun langkah-langkah yang terarah dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, Kabupaten Mimika memiliki potensi besar berupa kekayaan sumber daya alam, keragaman budaya, serta posisi ekonomi yang strategis. Namun di sisi lain, daerah ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti pemerataan pelayanan dasar di wilayah terpencil, akses air bersih, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik.
"Kita tidak ingin Mimika hanya dikenal kaya sumber daya alam, melainkan juga kaya pengetahuan, kuat dalam inovasi, dan mampu mengelola potensi demi kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan, penyusunan RIPJPD memerlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Organisasi Perangkat Daerah diharapkan menyediakan data yang akurat serta menyampaikan permasalahan di masing-masing sektor, sementara perguruan tinggi, BRIN, lembaga penelitian, dunia usaha, dan masyarakat adat berkolaborasi menghasilkan riset yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Selain menjadi pedoman pengembangan riset dan inovasi, dokumen RIPJPD juga akan diselaraskan dengan RPJMD, Renstra OPD, RKPD, serta dokumen perencanaan pembangunan daerah lainnya. Setiap prioritas riset akan dilengkapi dengan rencana pelaksanaan, penanggung jawab, sumber pendanaan, mitra pelaksana, dan indikator keberhasilan yang jelas.
Mengakhiri sambutannya, Heri Onawame menyampaikan pesan Bupati Mimika yang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan riset sebagai landasan utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
"Riset tidak boleh berhenti di atas kertas. Riset harus menghasilkan perubahan nyata. Dengan riset yang terarah, kebijakan menjadi tepat, inovasi dapat diterapkan, pelayanan publik semakin baik, kolaborasi semakin kuat, dan Mimika akan semakin maju serta sejahtera," pungkasnya.
Tim Liputan Diskominfo